Kapital sosial adalah mengenai hubungan masalah, dengan gagasan utamanya merupakan jaringan sosial. Interaksi memungkinkan orang untuk membangun masyarakat, untuk berkomitmen satu sama lain, dan menciptakan tatanan sosial untuk mencapai sebuah tujuan bersama.
Masyarakat merupakan suatu perkumpulan manusia yang berkesadaran dalam mempertahankan eksistensinya di dalam lingkungan. Masyarakat bukan hanya sekumpulan individu saling bersatu dan berkelompok tetapi mendiami tempat atau wilayah tertentu dengan sistem nilai dan pandangan hidup, dan kebudayaan yang dimilikinya.
Kapital social dalam masyarakat dioperasionalkan dalam bentuk keperangkatan, kepranataan dan nilai-nilai sosial yang tumbuh dalam masyarakat
Jejaring ini bergerak secara setimultan dan berupaya menerapkan melalui proses demokratisasi partisasipasi rakyat dalam pembuatan kebijakan, prinsip good governance dalam pencapaian political public goods, pemerataan distribusi kesejahteraan, prinsip non kekerasan dalam mengatasi permasalahan sosial. Gerak jejaring kerja tersebut tidak mengurangi peran kewarganegaraan, namun lebih diarahkan dalam penguatan kapasitas masyarakat sipil tersebut mengembangkan mekanisme penguatan warga dalam berhadapan dengan pasar dan negara.
Beberapa peranan kapital sosial antara lain:
1. Peran kapital sosial dalam pembangunan
Hal ini erat kaitannya dengan tidak dimasukkannya modal sosial sebagai faktor penting dalam mempengaruhi efisiensi dan efektivitas kebijakan. Kenyataan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya dimensi kultural dan pendayagunaan peran lembaga-lembaga yang tumbuh dalam masyarakat untuk mempercepat dan mengoptimalkan proses-proses pembangunan.
2. Peran kapital sosial dalam politik
Di tingkat lokal, kapital sosial dapat menjembatani hubungan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyebarkan informasi dan mengimplementasikan program-program pembangunan. Kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, keterbukaan pemerintah pada masyarakat, adanya komitmen dan keinginan yang kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk membangun, serta adanya partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan.
Empat Tipe Utama Kapital Sosial
1. Tipe Ikatan Solidaritas (bounded solidarity)
Capital social menciptakan mekanisme kohesi kelompok dalam situasi yang merugikan kelompok.
2. Tipe Pertukaran Timbal-balik (reciprocity transaction)
Pranata yang melahirkan pertukaran antar para pelaku
3. Tipe Nilai Luhur (value introjection)
Gagasan dan nilai, moral yang luhur, dan komitmen melalui hubungan-hubungan kontraktual dan menyampaikan tujuan-tujuan individu di balik tujuan-tujuan instrumental.
4. Tipe Membina Kepercayaan (enforceable trust)
Kepercayaan sangat penting untuk mendukunbg semua point diatas, sebagai basis untuk komunikasi yang terbuka dan menyangga motivasi semua individu yang bersangkutan.
Dimensi Kapital Sosial
1. Integrasi (integration)
yaitu ikatan-ikatan berdasarkan kekerabatan, etnik, dan agama.
2. Pertalian (linkage)
yaitu ikatan dengan komunitas lain di luar komunitas asal berupa jejaring (network) dan asosiasi-asosiasi bersifat kewargaan (civic association) yang menembus perbedaan kekerabatan, etnik, dan agama.
3. Integritas organisasi (organizational integrity)
yaitu keefektifan dan kemampuan institusi Negara untuk menjalankan fungsinya, termasuk menciptakan kepastian hukum dan menegakkan peraturan.
4. Sinergi (synergy)
yaitu relasi antara pemimpin dan institusi pemerintahan dengan komunitas (state-community relations).
Jaringan sosial yang terbentuk dalam masyarakat nyatanya mampu memberikan pengaruh yang mendasar dalam kehidupan bernegara. Namun dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan yang terjadi bukanlah kinerja satu arah yang dilakukan oleh pemerintah terhadap rakyat ataupun rakyat terhadap pemerintahanya.
Klik Download untuk mendapatkan materi lengkapnya.
Klik Download untuk mendapatkan materi lengkapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar